Kamis, 19 Juli 2012

1 RAMADHAN 1433




فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفاً فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ ﴾  
             
               Artinya : "Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". Q.s. Ar-Rum:30 ).

Dalam Hasil Keputusan Sidang Isbat 1 Ramadhan 1433 Hijriyah, Demi Persatuan Ummat Islam Maka Ikutilah ALLAH dan Rasul-Nya Serta Ulil Amri, Dan Bukan Keputusan Suatu Organisasi Apapun


Rukyatul Hilal

اSelamat Rahmad dan Berkah ALLAH, semoga tetap padamu..
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Sesungguhnya segala sesuatu ketetapan atas segala sesuatu keputusan manusia adalah milik ALLAH Tabaraka wa Ta’ala dan tiadalah semestinya terdapat suatu golongan muslim mendahului segala putusan itu, melainkan dengan hukum ALLAH Tabraka wa Ta’ala. Maka, dalam perkara hasil sidang Isbat akan tetapnya hari dimulainya bulan suci ramadhan ini, berpegang teguhlah kamu sekalian atas segala ketetapan ALLAH dan Rasul-Nya yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadis. Kemudian, jika engkau beroleh perselisihan atas keputusan sidang Isbat itu, maka kembalikanlah urusan itu kepada ALLAH Tabaraka wa Ta’ala dan Rasul-Nya serta orang-orang Ulil Amri maupun pemimpin negeri lagi seumpama keputusan pemerintah didalam suatu negeri. Seupama Ikadi (Ikatan Da’I Indonesia) yang sepenuhnya mengikuti pemerintah yaitu kementrian agama dalam penentuan penetapan hari dimulainya bulan suci ramadhan ini, sedang diantara majelis ulama di Indonesia senantiasa dalam perselisihan yang nyata dalam penetapannya yang menjadikan ummat berpecah belah lagi bergolong-golongan karenanya. Seumpama Ikadi (Ikatan Da’i Indonesia) adalah cenderung kepada keputusan sidang Isbat Kementrian Agama bersama seluruh ormas Islam dan para ulama sebelum ramadhan, karenanya wahai akhi lagi ukhti sekalian..jikalaulah masih terdapat perselisihan tentang ulama yang satu dengan yang lain perihal 1 ramadhan, maka..ikutilah sidang Isbat oleh kementrian agama..sedang mereka berkumpul lagi bermusyawarah sesama ulama diseluruh Indonesia dan lagi atas sekalian Ormas Islam Nusantara untuk beroleh keputusan yang lebih baik atas kepentingan sekalian ummat. Firman ALLAH Tabraka wa Ta’ala :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً
Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. An-Nisaa : 059.
Dan bukanlah orang-orang yang duduk di kursi kementrian agama itu tiada memiliki pengetahuan suatu juapun atas perkara keputusan yang hendak diputuskan itu dan bukan pulalah mereka orang-orang yang sesat hukumnya lagi menyimpang, melainkan ALLAH Ta’ala telah menunjuki sebahagian di antara kamu untuk menjadi Imam atau ikutan bagi sebahagian yang lain.
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللّهَ وَرَسُولَهُ أُوْلَـئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi wali (imam/pemimpin untuk diikuti) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka ta`at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. At-Taubah : 071.
Dan adalah pemerintah itu bermusyawarat sesama alim ulama di antara mereka, agar beroleh keputusan yang terbaik untuk sekalian ummat, dan itulah hukum lagi sebaik-baik jalan yang ALLAH sukai, sehingga golongan yang tiada hendak turut daripada musyawarah itu niscaya adalah mereka itu suatu golongan yang berlebih-lebihan dan melampaui batas.
Firman ALLAH Ta’ala :
وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. Asy-Syuura : 038.
Maka sekali-kali, janganlah seorang juapun di antara kamu yang mengikuti jejak yang jauh daripada ketetapan ALLAH dan Rasul-Nya, melainkan berserah dirilah engkau sepenuhnya kepada ALLAH, oleh karena..sesungguhnya ketetapan ALLAH itulah yang terlebih baik lagi terlebih tinggi derajatnya bagimu, jika engkau memikirkan. Dan ALLAH sekali-kali..tiadalah ridho akan para hamba-hamba-Nya yang bergolong-golongan, sehingga menimbulkan perselisihan dan saling berdengki-dengkian sesama mereka dan saling membenarkan golongan – golongan mereka terkecuali jikalaulah mereka berkumpul dan bermusyawarah dalam keputusannya.
إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُواْ دِينَهُمْ وَكَانُواْ شِيَعاً لَّسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُواْ يَفْعَلُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, maka sesungguhnya..bukanlah kamu dari golongan mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka atas apa-apa yang telah mereka perbuat. Al-An’aam : 159.
Karena daripada itu, sekali-kali janganlah kamu condong daripada  golongan ini dan itu hanya karena engkau mengaku bahwa adalah engkau merupakan golongan ini dan itu. Ketahuilah olehmu, bahwa sesungguhnya sesiapa yang bersaksi bahwa “Tiada Illah selain daripada ALLAH dan Muhammad adalah Hamba lagi Utusan-Nya”, dan daripada orang – orang yang sedemikian itu adalah hamba-hamba ALLAH dan ummat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam jua sekaliannya . Dan bukanlah orang-orang yang menjadi hamba-hamba ALLAH dan ummat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah mereka yang mengikuti golongan ini dan golongan itu, Sesungguhnya ALLAH menjadi saksi atas tiap-tiap putusan sekalian perkara dan menjadi saksi atas apa-apa yang engkau kerjakan. Wallahu Ta’ala A’lam
Jika terdapat suatu perkataan yang tiada berkenan bagimu, maka kepada ALLAH aku memohon ampun sedang kepada kamu sekalian aku memohon maaf.
Jazzakumullahu Khairaan Katsiron..


 
JAKARTA, KOMPAS.com 

- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memperkirakan awal puasa atau 1 Ramadan 1433 H jatuh pada hari Sabtu (19/7/2012) karena hilal sudah wujud namun belum terlihat, baru 1 derajat 38 menit 26 detik. Jadi, hilal belum bisa memenuhi batas atau belum terlihat.
"Hilal sudah wujud namun belum terlihat jadi kemungkinan awal puasa hari Sabtu," ungkap Sekertaris Umum PBNU Prof. Dr. Abdul Malik saat jumpa pers di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (19/7/2012).
Ia menjelaskan, lembaga Laznah PBNU yang menangani masalah astronomi sudah menghitung posisi bulan. Berdasarkan penghitungan (hisab), kata dia, hasilnya sama dengan Muhammadiyah yang menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada Jumat, 20 Juli.
"Hanya bagi NU, hasil penghitungan bukan keputusan final, tetapi hasil observasi langsung terlihat hilal atau belum itu nanti sore, saat matahari tenggelam sudah tampak apa belum," paparnya.
Menurut Malik, sidang isbat sore nanti lah yang memutuskan jatuhnya 1 Ramadhan. "Hak isbat untuk menentukan 1 Ramadhan hanya di tangan pemerintah yaitu Kementrian Agama. NU hanya menginformasikan kepada umatnya," kata dia.
Terhadap kemungkinan terjadinya perbedaan dalam penetapan 1 Ramadhan, Malik mengatakan, PBNU mengimbau semua kalangan masyarakat untuk menghormati perbedaan itu.
Sementara itu, sore ini Kementerian Agama menggelar sidang isbat penetapan 1 Ramadhan. Sidang yang dihadiri ormas-ormas Islam tersebut dipastikan tidak dihadiri Muhammadiyah.
"Muhammadiyah merasa tidak perlu lagi untuk menghadiri rapat isbat karena alasan ini keyakinan yang tidak boleh diintervensi oleh pemerintah. Jadi untuk tahun-tahun yang akan datang Muhammadiyah juga tidak boleh diintervensi dan menyatakan tidak ikut sidang itu (isbat)," kata Din Syamsuddin, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, di Jakarta, Kamis.

 semoga manfaat..... !!!

Sabtu, 14 Juli 2012

Khutbah bahasa jawa 2


TAWAKAL
anyp
 .السلا م عليكم ورحمة الله وبركا ته
الحمدلله غافرالذنب وان تكاثرت الذنوب * قابل التوبةلمن يتوب * شديدالعقاب عندقسوةالقلوب *  اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له جابرالكسيرميسرالعسيرومفرج الكروب * واشهد ان محمداعبده ورسوله الذي اطعمه الله تعلى اسرارالغيوب * وملكه زمام الدنياوالاخرةفهواعظم مخلوق واشرف المحبوب * اللهم صلى وسلم على سيدنا محمد وعلى اله واصحا به من الشروق الى الغروب
  اما بعد : فيا ايها الحا ضرون - اتقو الله فى حيا تكم – واصبروا على مااصابكم وانتظروا – فان ذالك من عزم الامر*

          Poro Hadirin Sidang Jum’t Rokhimakumulloh.
       Monggo kito tansah ningkataken anggen kito sami TAQWAlloh saben ndintenipun, kranten  kanthi TAQWA, kito sedoyo saget manggeh keslametan dunia akhirat.
  Monggo samiho tansah nindaaken kesabaran, langkung2 naliko nampi ujian saking alloh, sebab kito gesang meniko temtu dipun uji deneng alloh, kang supados saget dipun sumrapi pundi tiyang ingkang leres2 saestu iman dateng alloh, ujian kolo wahu ugi maneko warni, wonten ingkang arupi luwe / kekirangan sandang pangan,ajreh sudo bondonipun/jiwonipun, ajreh rugi daganganipun soho lintu2nipun. Lan sabar puniko penting2ipun perkawis, kranten sarono sabar meniko sedoyo perkawis ingkang dados cita2nipun bade khasel.
قال الله تعلى: ولنبلونكم بشيئ من الخوف والجوع ونقص من الاموال والانفس والثمرات وبشر الصابرين*الذين اذا اصابت هم مصيبة قالوا انا لله وانا اليه راجعون
            Ingkang artosipun kirang langkung mekaten: lan sak temene ingsun (alloh) nyubo ing siro kabeh kelawan rupo2ning sifat wedi, luwe, sudo bandane, jiwane, lan sudo penghasilane. Lan aweho bebungah siro Muhammad ing wong kang podo biso netepi sabar, kelawan bakal oleh suwargo.
            Tiyang sabar inggih meniko tiyang ingkang wekdal nampi musibah / bilahi piyambak ipun tansah nyebut inna lillahi wainna ilai roji’un. (yakin sak lebetipun manah bilih, sak istunipun kulo sedoyo meniko,kagunganipun alloh, kulo sedoyo dumateng gusti alloh inggih bade wangsul).

عن عبد الله ابن عباس قال : كنت خلف النبيى يوما فقال: ياغلم انى اعلمك كلمات احفظ الله يحفظك احفظ الله تجده تجاهك*اذاسالت فاسال الله واذاستعنت فاستعن بالله واعلم ان الامةلو اجتمعت على ان ينفعوك بشيئ لم ينفعوك الا بشيئ قدكتبه الله لك*واذااجمعت على ان يضروك بشيئ لم يضروك الا بشيئ قد كتبه الله عليك رفعت الاقلم وجفت الصحف رواه ترمذى
             Ingkang arosipun: Sohabat abdulloh bin abas r.a wonten wingkingipun kanjeng nabi, midanget kanjeng nabi dawuh: ya… ghulam! Ingsun kepingin mulang maring sliramu sing cekak aos yoiku: sliramu sing supoyo ngrekso ing pangeran siro, tegese ngrekso ing ferdlu2ne gusti alloh, khad2te alloh, lan tansah netepi taqwa soho ngedohi larang2ane alloh utawo barang kang ora di ridloni deneng alloh, sing koyo mengkunu iku gusti alloh mesti banjur ngrekso marang siro, ngrekso ingdalem awak siro, anak2 bojo siro, lan donyo siro, soho agomo siro, luweh2 ngrekso ingdalem ati: lan persasat ono ing ngarep siro, naliko siro nyuwun, nyuwuno marang alloh ta’ala,lan naliko siro butuh pitulungan , nyuwuno pitulungan maring alloh ta’ala, ojo pisan2 ghulam.. sliramu kumandel marang pitulungan/pawewehing menungso. Sebab menungso iku haqiqine podo sliramu, lan sliramu duweho keyakinan saumpamo manungso sak alam dunyo kumpul dadi siji saperlu weweh manfa’at marang sliramu iku mekso ora biso, kejobo perkoro kang wis dadi pestine alloh ta’ala. Semono ugo sebalike wong sak alam dunyo dadi siji saperlu gawe mlarat marang sliramu tetep ora biso, kejobo perkoro kang wus pinesti deneng alloh ta’ala. Kabeh mahu wus ono pestine lan tulisane ono ing azali. qolam wus diangkat lan kertas wus garing dadi pestine gusti alloh.  


Hadirin Sidang Jum’t Rokhimakumulloh.
Mangertoso bileh hadis kasebat ageng sanget manfa’atipun lan dados modal ingkang ageng, kangge njagi haq2 ipun alloh, soho masrahaken pribadi kito dateng alloh. Riwayat lintu kanjeng nabi ugi dawuh maleh…

* وقال حد يث حسن وفى رواية غيرالترمذى احفظ الله تجد ه امامك تعرف الى الله فى رخائي يعرفك فى الشدة واعلم ان ما اخطئك لم يكن ليصيبك وما اصابك لم يكن ليحطئك  * واعلم ان النصرمع الصبر وان الفرج مع الكرب وان مع العسريسرا*    
            Ingkang artosipun kirang langkung mekaten: ngreksoho siro ing alloh, mongko alloh ugo mesti ngrekso ing siro, lan persasat ono ing ngarep siro, ngenalo siro marang alloh ingdalem wektu bungah, kang supoyo alloh ta’ala mengko mirsani siro ingdalem wektu susah, weruho yen barang mahu wus kapesti luput ing siro mesti ora bakal ngenani ing siro, sebalike endi2 barang kang wus kapesti tumibo ing siro, mongko mesti ora bakal luput ngenani ing siro, lan ngertiho ghulam.. yen pitulung iku ora bakal tumeko tanpo kesabaran. Semono ugo bungah iku tumeko dikanteni nglakoni susah luwih disik, lan gampang iku kudu kangelan luwih disik.
            Selajengipun wonten pitakenan mekaten, menopo lepat nyuwun pitulungan dateng  sesami menungso?
Jawabipun: boten , menggah aturan syae’at, malah wonten dawuh qur’an:

وتعاونوا على البر والتقوى ولا تعاونوا على الاثم والعدوان
Artosipun:Podo tetulungo siro kabeh ingatase penggawe kang becik lan taqwa, lan ojo tetulung siro kabeh ingatase penggawe doso lan memungsuhan.
            Dados naliko nyuwun tulung dateng sesami menungso meniko manahipun kedah neqodaken bilih ingkang saget nulungi haqeqodipun inggih namung gusti alloh, lumantar menungso, dados manungso kolo wahu namung dados sababiyahipun tiyang nampi pitulungan.
            Walkhasil: qito kedah nindaaken syare’at ugi haqeqot, sarea’t meniko dados urusanipun kawulo, wondene haqeqot meniko dados urusanipun pengeran. Ing akhiripun syari’at tanpo haqeqot ler kadyo rogo tanpo nyowo. Menggah Syare’at tiyang meniko wajib hukumipun ihtiyar, wondene secara hakekot manah kedah sumarah dateng ngerso dalem alloh saw.
            Pramilo tiyang naliko katemben nembe nampi cobi saking alloh arupi sakit, kekirangan rizqinipun/ lintunipun boten kengeng lajeng putusasa, nanging kedah tansah ngajeng2 dateng rohmat dalem alloh, jalaran sedoyo karupekan meniko temtu wonten jembaripun, sedoyo perkawis ingkang bundle temtu bade udar. Ugi sedoyo masalah mesti wonten jalan medalipun.
            Mugi2 alloh tansah maringi ma’unah, taufiq ugi hidayahipun menggah kito sedoyo, inggih puniko pinaringono sifat sabar ingkang ageng damel ngadepi permasalahan2 ipun gesang ing alam dunyo meniko.amii……….n.    
 
َبارَكَ اللهُ فىِ القُرْاَنِ العَظِيْمِ وَنَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِتِلاَوَتِهِ إِنَّهُ هُوَ الذِّكْرُ الحَكِيْمِ وَاسْتَغْفِرُاللهُ لِى وَلَكُمْ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الْرََّحِيْمِ
balong, 06/-8/12009
Ttd

الفقير على الله
                
                                                                                                                                                                                                                                                                                             






السلا م عليكم ورحمة الله وبركا ته
الحمد لله الذي ضاعفَ أُجُوْرَالصَّائِمِيْنَ مِنْ أُمّةِ محمّد * أحمده سبحانه وتعالى على نِعَمِهِ الْوَافِرَةِ الى الاَبَدْ * اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له الّذى لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا أحد * واشهد ان محمداعبده ورسوله المُمَجَدْ * اللهم صلى وسلم وبارك على حبيببنا وشفيعنا سيدنا محمد *  وعلى اله وصحبه ومن تبعهم باحسان إلى يوم القيامه * امّا بعد : فيا ايها الحا ضرون * اتقو الله فى حيا تكم * واصبروا على مااصابكم وانتظروا * فان ذالك من عزم الامر *
Hadirin Sidang Jum’at Rokhima kumulloh.
            Langkung Rumiyin Monggo Kito Munjukaken Raos Puji Syukur Kito Wonten Ngerso Dalem Alloh Swt, Ingkang Sampun Paring Mapinten2 Ni’mat Taufiq Hidayahipun Dumateng Kito Sedoyo Sahinggo Kito waget Manggihi Wulan Ingkang Agung, Wulan Ingkang Kebak Berkah Inggih Puniko Wulan Suci Romadlon
            Selajengipun Monggo Kito Tansah Ningkataken Anggen Kito Sami Taqwalloh Saben Ndintenipun, , Awit taqwa Puniko Mujudaken Sangu Kito Marak Sowan Wonten Ngarso Dalem Allohu Robbull Izah Ingkang Saklangkung Sahe. Dawuh Dalem Alloh Wonten Alqur’an :
وتزوّدوا فإن خيرالزادالتقوى * واتّقونى يا أولى الآْلباب
Artosipun : Siro Kabeh Bisoho Podo Golek Sangu, Krono Saktemene Sak Apik2e Sangu Iku Taqwa, Lan Siro Kabeh Podoho Biso Wedi Kabeh Maring Ingsun (Alloh) Hei… Wong2 Kang Podo Duwe Aqal.
            Sidang Jum’at Rokhima kumulloh.
            Wonten Ing Wulan Suci Romadon Puniko Sedoyo Umat Ingkang Iman Dateng Alloh Dipun Wajibaken Nindaaken Siam. Syari’at Siam Meniko Sampun Wonten Milahi Zaman Umat2 Sak Derengipun Umat Muhammad Saw, Namung Ke Mawon Toto cara mawon Ingkan Benten2.  Kranten Tujuan Ingkang Baken Saking Lampah Siam Inggih Puniko Gembleng Manungso Kang Supados Estu2, Dados Tiyang Ingkang Taqwa. Kados Dawuh Dalem Alloh Wonten Alqur’an:
يا ايها الذين أمنوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَاِم كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَكُمْ تَتَقُوْنَ
Artosipun: Hei Wong Kan Podo Iman ! Di Wajib Ake Puasa Atas Siro Kabeh Koyo Anggone Di Wajib Ake Wong2 Sak Durung Siro Kabeh, Kang Supoyo Siro Kabeh Dadi Wong Kang Podo Taqwa.
Sidang Jum’at Rokhimakumulloh.
Kito Sami Ma’lum Bilih Wulan Romadlon Puniko Wulan Ingkang Agung, Kranten wonten Kaleh Perkawis:
  1. Kranten Ing Wulan Romadlon Alqur’an Dipun Turunaken, Inggih Puniko Setunggaling Kitab Suci Ingkang Dados cepenganipun Gesang Sedoyo Umat Manungso.
  2. wontenipun lailatul qodar( inggih wonten lailatul qodar puniko alloh damel pepesten tumrap sedoyo makhluk,  milai babakan rizqi, pati , sugih, mlarat bejo lan cilokon). Pramilo sintenipun tiyang ingkang nemen2ni ibadah wonten lailatul qodar, ibadahipun langkung sahe ketimbang ibadah 1000 wulan, (utawi sami kalih ibadah 83 tahun langkung.)
selajengipun lampah punopo ingkang langkung prayogi, ing lailatul qodar? 1. solat sunah matlaq 2 reka’at, saben2 sak reka’at ba’da fatihah mahos surat ihlas x7. lan ba’da salam mahos istgfar x70 ambalan.  2. ngatah2 aken mahos tasbeh lan istigfar. 3. melasi dateng tiyang fakir miskin ugi anak yatim kanti coro ingfaq / sodaqoh lidaf’il balak. 4 . ngatah2aken anggen kito mahos  اللهم ّ إنّك عفوٌّ كريمٌ تحبُّ العفوَ فَاعْفُ عَنِّى
lampahan kasebat dipun lampahi wonten saben2 malem ganjil, saking 10 dinten akhir  wulan romadon, lan ampun ngantos nilar jama’ah solat magrib, ‘isak, lan subuh. Milahi awal ngantos akhir saking wulan romadlon  jumbuh kaliyan dawuhipun rosululloh saw:

عن أنس بن مالك، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " مَنْ صَلَّى فِي أَوَّلِ شَهْرِ رَمَضَانَ إِلَى آَخِرِ شَهْرِ رَمَضَانَ فِي جَمَاعَةٍ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظِّهِ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ " .artosipun:                                                      Saking anas bin malik rosululloh dawuh, sintenipun tiyang solat fardlu milahi awal ngantos akhir         sakingwulan romadlon kanthi berjama’ah mongko wong iku temen2 jipuk sak bagian saking lailatul qodar.
Keutamaan Wulan Suci Romadlon Kaperang Dados 3 tingkatan Miderek Hadis Nabi Saw:
شهرُ الرَّمضانَ أَوّلُها رَحْمَةٌ وَوَسْطُهَا مَغْفِرَةٌ وَأَخِرُهَا عِتْقٌ مِنَ النَّارِ
Artosipun: Wulan Romadlon Awalipun Kebak Rohmat Dalem Alloh, Tengah2ipun Kebak Ampunan Dalem Alloh, lan Akhiripun Bulan Romadon Pembebasan tiyang iman Saking Benteripun Geni Neroko. 
Pramilo Monggo Sareng2 Fastabiqul Khoerot Ing Babakan Peribadatan Kito wonten wulan romadon meniko, Rosululloh Sampun Dawuh Aken :
                                           من قام رمضان إيمانا واحتسابا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَمَ مِنْ ذنبه
Artosipun : Sopo Wonge Solat Taraweh Ing Wengine Wulan Romadon Kanthi Dasar Iman Lan Ihlas, Mongko wong iku Di Ngapuro Kabeh Dusa2ne Kang Wis Kliwat.
            Setungaling Hadis Saking Sohabat Anas Bin Malik (Ra) Rosululloh Dawuh, Ingkang Artosipun: 1 . Sopo Wonge   Ngrawuhi majlis Pengaosanan Ing Wulan Suci Romadlon, pramilo Alloh Nulis Kanggo Dewekne Saben2 Sak Jangkah, Kacatet Ganjaran Ibadah Setahun. LAn Besok Ono Ing Dino Qiyamat Biso Bareng2 Ingsun (Nabi) Ngiyub Ono Ing Isor عرش. 2. Sopo Wonge Nglanggengake Solat Jma’ah Ing Sak Jerone Wulan Suci Romadlon, Alloh Bakal Maringi Dewekne Saben2 Sak Rekaat, Di Paringi Kuto Siji Kang Kebak Nikmat. 3. Lan Sopo Wonge Bekti Marang Wong Tuwo Lorone Ono Wulan Suci Romadlon , Dewekne Bakal di Pirsani  Deneng Alloh kanthi Sifat Welas , Lan Ingsun Kanjeng Nabi Kang Bakal Nanggung Mlebune wong iku Maring Swargo.  4. Ora Ono Wong Wadon Kang mamprih Ridhane Bojo Lanange Ono Ing Wulan Suci Romadlon, Kejobo Dewekne Di Paringi Ganjaran Kang Podo Karo Ganjarane Dewi siti Mariyam Lan Dewi siti ‘Aisyah. 5. Sopo Wonge Nekani Hajate dulur Islam Ono Ing Wulan Suci Romadon, Gusti Alloh Bakal Nekani Hajate Wong Mahu sewu Hajat Ono Ing Dino Qiyamat.  Mekaten menggah kautaman2 wulan suci romadon Mugi2 aloh swt paring taufiq hidayah menggah kito sedoyo, saget kiyat nglampahi lampah2 sahe kasebat, lan saget manggihi  idul fitri, kanti bekto kemenangan ugi manggihi kabekjan.  amin  amin……..
أعوذ بالله من الشّيطان الرجيم .  بسم الله الرحمن الرحيم * شَهْرُ رَمضانَ الَّّذى أنزل فيه القراَ ن هُدً ى للناس وبيّناتٍٍ من الهُدَى والفرقان * فمن شَهِدَ منكمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ *ومن كان مريضا أوعلى سفرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيّامٍ أُخَرْ * يُرِيْدُاللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ ولايريد بكم العُسْرَ * وَلْتُكْمِلُوْا العِدَّةَ ولِتُكَبِّرُوْا اللهَ على ما هَدَيكُمْ ولعلّكم تشكرون *
جعلنا وإيّاكم من الفا ئزين الامنين *وأدخلنا وإيكم  فى زمرة عباده الصالحين * وقل ربّ اغفر وارحم وأنت خير الّراحمين
             
* وقل ربّ اغفر وارحم وأنت خير الّراحمين